Etika Anggota Pansus Hak Angket Bank Century Payah
Minggu ini kita menyaksikan kesaksian pejabat-pejabat yang dinilai bertanggung jawab dalam skandal Bank Century. Sayangnya, kita disuguhi etika kurang baik dari beberapa anggota DPR yang katanya orang-otang terhormat. Dengan nada tinggi dan muka masam, mereka mencecar saksi atau pun nara sumber layaknya seorang pesakitan yang sudah divonis bersalah.
Selain itu, ada juga yang berkata kasar dan membawa-bawa unsur kedaerahan. Seolah-olah melecehkan dan memandang rendah. Beginikah citra anggota DPR yang terhormat itu?
Saya sendiri sebal dengan para anggota DPR yang bersifat begitu. Mereka tidak pantas berperilaku seperti itu. Mereka telah melupakan etika, yang notabene dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.
Lantas, apa hasil kerja mereka yang terhormat itu? Apa lagi yang akan mereka lakukan setelah merendahkan dan melecehkan nara sumber?
Entahlah. Sebagai rakyat biasa, saya berharap mereka menghasilkan karya nyata. Bukan sekadar pertunjukkan politik yang murahan, demi popularitas dan kepentingan kelompok saja. Yang saya butuhkan adalah karya-karya nyata dan etika, sehingga saya tidak rugi membayar pajak tiap bulan, yang salah satunya digunakan untuk menggaji anggota dewan terhormat itu.
