Integritas Seorang Sri Mulyani Indrawati
Tadi malam saya menonton acara talkshow di salah satu TV Swasta yang nara sumbernya adalah Sri Mulyani Indrawati. Menteri Keuangan yang sedang dirundung masalah Bank Century. Awalnya saya menyangka bahwa acara tersebut hanya basa-basi semata, namun ternyata luar biasa.
Sri Mulyani bercerita bahwa ia tidak bisa hadir di saat-saat terakhir sebelum ibunya meninggal karena ia sedang memimpin rapat dengan KSSK membahas bail out Bank Century. Bahkan, ketika ia dikabari bahwa ibunya telah meninggal, Sri Mulyani hanya menangissebentar dan kemudian memimpin rapat kembali. Sungguh luar biasa integritas seorang Sri Mulyani demi stabilitas moneter negara Indonesia.
Oleh karena itu, dalam postingan ini saya tampilkan profil singkat menteri keuangan yang cerdas dan brilian ini.
Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 47 tahun) adalah Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ia sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia.

Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

terkadang gara2 urusan politik banyak yang menjadi korban, saya pikir termasuk salah satunya adalah ibu sri mulyani
.-= sandi´s last blog ..3 PERSYARATAN UTAMA UNTUK MENDAPATKAN IZIN APOTIK =-.
Salut saya sama bu Sri Mulyani, hanya saja sempat kasian ketika harus tersandung masalah perbankan akibat sebuah kebijaksanaan yang tidak bijaksana. Maju terus dan bersabar bu…
.-= Nasir´s last blog ..Astaga.com Lifestyle On The Net: Inilah Mengapa Kesehatan Perlu Diperiksa =-.
Jika pansus menilai bulan nov 2008 tidak terjadi krisis, itu karena mereka adalah orang-orang yang berlebih. Bagi saya pribadi, saya punya pengalaman akan mencari pinjaman senilai Rp 50jt dari Bank Pembangunan Daerah – Ungaran pada bulan oktober dimana jika saya ambil bulan oktober 2008 an diangsur selama 10th saya akan dikenai bunga 7.5%. Tetapi karena saya fikir krisis akan segera berakhir dan bunga akan segera turun, maka saya tunda. Akan tetapi, ketika bulan november 2008 pertengahan, saya harus ambil pinjaman, ternyata suku bunga telah menjadi 14.5%, artinya 2x lipat dari bulan sebelumnya. Bukankah ini KRISIS ….. silakan cek akad kredit di bulan nov 2008 dan aka kredit sebelum bulan nov 2008, bandingkan suku bunganya.
Melihat tampang2 anggota DPR pada PANSUS Bank Century semuanya memuakkan ingin muntah rasanya.Sok membela kepentingan rakyat.Rakyat yang mana?
Anggota pansus mempertontonkan seolah olah diri mereka ahli dan pintar2 padahal menurut saya goblok semua.Kalau persoalan mengenai Bank yang dipanggil ya saksi ahli perbankan pak.Anak kecil juga tahu.Untuk Ibu Sri Mulyani biarkan saja mereka suatu saat mereka akan menyadari kebodohannya sendiri.
Rasanya, apapun yang dikatakan Sri Mulyani dan Budiono pasti disalahkan. Mereke memang ingin menyalahkan dan kemudian melengserkan.
Saya salah seorang yg salut sama kemampuan dan integritas Ibu Sri Mulyani. Indonesia kehilangan sosok yg hebat di bidang perekonomian. Kalah lah dibandingkan Bambang Soesatyo (mudah-mudahan sy ngga salah sebut ) cs..yang bisanya cuma koar-koar tidak produktif.
Lihat anggota DPR yang seperti itu( pasti ada yg masih baik lainnya), sangat memuakkan dan tidak patut ditiru apalagi ditonton.
Bravo, Sri Mulyani…