“Sudahlah, Yusril. Tidak usah mendramatisir,” kata Ruhut. “Sudahlah, Yusril. Jangan begitu nanti kodok ketawa,” kata Ruhut Sitompul menanggapi kasus Yusril Ihza Mahendra. Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat ini menilai langkah tersangka korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum Yusril Ihza Mahendra melaporkan Jaksa Agung Hendarman Supandji ke Mabes Polri keliru.
Ruhut juga menyentil “nyanyian” Yusril bahwa kasusnya dipolitisir. “Jangan karena mengena pada dirinya lantas dia mengatakan ini politik,” ujarnya.
“Jadi, nggak boleh dia bilang Jaksa Agung ilegal,” kata Ruhut. “Kalau yang ngomong itu bukan orang hukum (bisa dipahami). Tapi dia itu profesor doktor hukum tata negara,” ujar Ruhut.
Kemarin, Yusril melaporkan Hendarman Supandji ke Mabes Polri atas tuduhan mengaku-aku sebagai Jaksa Agung. Hendarman, kata pengacara Yusril, Teguh Samudera, tidak pernah dilantik sebagai Jaksa Agung. “Dia sebenarnya menyebutnya Jaksa Agung, dan kalau ilegal maka segala tindakan tidak membawa akibat hukum,” kata dia.
Laporan Yusril ini menyusul penetapan kejaksaan pada politisi Partai Bulan Bintang itu ikut bertanggung jawab pada uang yang seharusnya masuk kas negara mencapai Rp 400 miliar lebih. Uang ini berasal dari dana masyarakat yang ditarik saat menggunakan layanan online Sisminbakum.
Wah, genderang perang mulai ditabuh nih. Kita lihat apa reaksi Yusril menanggapi komentar Ruhut ini.
Salam,
Kang Yudiono
Sesekali suka politik
Sumber: Viva News

Posted in 

