Sjahril Djohan balik memberi pengakuan memberatkan Susno Duadji yang telah menjebloskan dia ke sel. Kepada penyidik, Sjahril yang disebut polisi sebagai makelar kasus ini mengaku pernah menyetorkan dan berjanji memberikan uang kepada mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI itu.
Sekitar Desember 2008, menurut Sjahril, dia menerima titipan uang dari pengacara Haposan Hutagalung. Saat itu, Haposan menangani perkara PT Salmah Arwana Lestari, perusahaan penangkaran dan ekspor ikan Arwana di Riau, yang disidik Bareskrim. “Agar perkara Arwana yang dilaporkan Mr Hoo, klien Haposan, segera diproses dan dikirim ke jaksa,” kata Sjahril dalam dokumen pemeriksaan.
Pada suatu malam, antara pukul 19.00 dan 20.00, Sjahril mengantarkan sendiri uang itu kepada Susno, yang saat itu tinggal di Jalan Fatmawati, Jakarta. “Uang saya bawa dalam tas kertas warna cokelat tua,” kata Sjahril masih kepada penyidik.
Tak lama setelah Sjahril tiba di rumah Susno, seorang polisi berpangkat ajun komisaris besar datang. Dia meminta tanda tangan Susno karena akan berangkat dinas ke Belanda. Sembari menunggu Susno bersalin pakaian, mereka bercakap-cakap. “Uda mau ngapain,” tanya si perwira itu. “Nih,” kata Sjahril sambil mengangkat tas berisi duit.
Kepada penyidik, Sjahril pun mengaku pernah diminta bantuan oleh Haposan dalam kasus Gayus Tambunan. Haposan menjanjikan uang Rp 3 miliar untuk Susno. Uang itu, antara lain, untuk memperlancar pembukaan blokir atas uang sekitar Rp 25 miliar di rekening Gayus.
Sjahril mengaku lupa kapan tepatnya ia bertemu dan menjanjikan duit kepada Susno. Yang dia ingat, “Saat itu Susno Duadji sudah jarang-jarang di tempat karena kasus cicak-buaya,” ujar Sjahril.
Henry Yosodiningrat, pengacara Susno, membantah pengakuan Sjahril. “Itu fitnah. Buktikan saja. Buktinya tak ada kok,” ujarnya.
Menurut Henry, sebagai pembocor kasus ini, Susno tak mungkin menjerumuskan dirinya sendiri. “Betapa bodohnya Susno mau membongkar kasus ini kalau dia sendiri terlibat,” katanya.
Wah, makin seru saja nih kasus markus. Saling tuding, saling serang, dan sebagainya agar tidak sendirian masuk penjara. Kita tunggu saja kelanjutan cerita markus ini. So, sering-sering nonton berita Bro!
Sumber: Tempo Interaktif
Kang Yudiono,
Sesekali suka politik

Posted in 

kang ko sesekali suka politik

haris ahmad´s last blog ..Persembahan Sejati Sahabat Sedjatee
Incridible story admin. You just help my homework for next examination Thanks admin